Senin, 12 Mei 2014

Aku Merindukan Sosokmu



aku duduk termenung di dalam kamarku yang penuh dengan tulisan-tulisanku untukmu. aku masih saja seperti dulu setiap aku mengigat kejadian-kejadian yang pernah kita alami pasti aku tulis di atas kertas putih dengan tinta berwarna-warni. setiap aku merasa sedih entah karna apa yang telah kamu perbuat atau hanya karna aku cemburu dengan masalalumu pasti aku menulis dengan tinta merahku. bagiku warna merah mencerminkan kesedihan dan kekecewaan.

kali ini aku akan menulis dengan tinta merahku karna aku sangat merinduan sosokmu yang sekarang jauh disana. kata demi kata yang tersusun rapih di atas kertas yang aku tuliskan hampir selesai. kalimat demi kalimat yang mungkin menyayat hati kini sudah tersusun rapih. aku sangat merindukan sosok yang membuat hidupku berarti. aku ingin memeluknya hingga dia tau bagaimana perasaan yang sedang akurasakan. entah ini perasaan takut kehilangan atau aku yang terlalu melebih-lebihkan.

sayatan demi sayatan jika aku harus memikirkan perbedaan langit dan bulan yang kita lihat sekarang, mungkin aku belum siap dengan apa yang sedang aku alami sekarang. hatiku semakin tertusuk bahkan terpanah oleh panah hitam yang di lumuri oleh racun yang sangat berbahaya. aku tak bisa membayangkan lagi seperti apa sakitnya.

mungkin untuk mengobati perasaan yang sedang aku rasakan. aku harus berdoa agar doaku bisa memeluk mu dari kejauhan. kalimat demi kalimat dalam doaku slalu kuselipkan namamu.bisakah kau melihat perjuanganku dari kejauhan ? bisakah kau merasakan besarnya perjuanganku untuk mempertahankan yang menurut orang lain aku tak harus memperjuangan hubungan jarak jauh yang tidak nyata dan hanya bisa bertemu dalam waktu yang entah kapan ?

aku tak peduli semua cemoohan orang tentang kita, karna bagiku kamu adalah yang terbaik bahkan kamu adalah pilihanku untuk aku tetap bertahan .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar